Panduan Menjadi HRD yang Baik di Era Millenial

by InterActive crew ~ 19 Agustus 2019

Anda seorang HRD atau berencana berkarir sebagai HRD? Tepat sekali! Kali ini Intermezzo akan menberikan panduan menjadi HRD yang baik di era millenial. Ya, sebagaimana yang disebutkan di banyak survei, sebentar lagi generasi millenial akan menjadi angkatan kerja terbesar di Indonesia.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis tahun 2016, dari total jumlah angkatan kerja di Indonesia yang mencapai lebih dari 160 juta orang, sebanyak 4% di antaranya adalah generasi millenial, tepatnya sekitar 62,5 juta orang.

Tantangannya sekarang adalah, bagaimana cara memaksimalkan potensi dan kualitas kerja karyawan millenial? Sedangkan banyak survei lain menyebutkan bahwa generasi millenial memiliki loyalitas yang rendah dan rentan berpindah-pindah tempat kerja.

Sebagai HRD, isu tersebut tentu sangat mengganggu. Tingkat turnover yang tinggi di suatu perusahaan hanya akan menimbulkan banyak kerugian. Mulai dari kerugian materi, waktu, hingga tenaga untuk hiring dan training karyawan baru.

Baca Juga: Strategi Meningkatkan Loyalitas Karyawan Millenial

Karena itulah, HRD wajib memahami bagaimana panduan menjadi HRD yang baik bagi karyawan millenial. Berikut pembahasannya.

 

1. Jadilah Seorang Mentor, Bukan Bos yang Sok Berkuasa

Panduan pertama untuk menjadi HRD yang baik adalah posisikan diri Anda sebagai mentor (pembimbing). Jangan berlagak sebagai bos yang suka mengatur dan sok berkuasa. Sebab, generasi millennial kurang mendukung kebijakan otoritas berbasis struktur yang cenderung tradisional.

Meskipun kedudukan Anda di perusahaan lebih tinggi daripada staf karyawan millenial, jangan coba-coba menerapkan gaya kepemimpinan yang kaku. Sekali lagi, jangan berlagak sebagai bos, tapi jadilah mentor bagi karyawan millenial.

Jadilah role model yang bisa membimbing dan menginspirasi mereka untuk bekerja secara maksimal. Sebagai HRD, sering-seringlah berdiskusi dengan karyawan millenial dan dengarkan aspirasi mereka.

Jika Anda terlalu kaku dalam menerapkan aturan perusahaan, jangan heran apabila karyawan millennial memberi respon kurang baik, dan pada akhirnya memutuskan resign dalam waktu dekat.

 

2. Jadwalkan Pelatihan untuk Upgrade Skill dan Berikan Tantangan Baru

HRD yang baik

Panduan menjadi HRD yang baik selanjutnya adalah berikan kesempatan belajar dan upgrade skill seluas-luasnya bagi karayawan millenial. Jangan biarkan mereka bekerja setiap hari dan hanya melakukan pekerjaan ‘itu-itu saja’ tanpa adanya inovasi dan tantangan baru

Sebab, generasi millenial dikenal aktif dan menyukai tantangan. Mereka yang lahir pada tahun 1990-an, tumbuh dalam budaya kesegaraan (immediacy), di mana segala sesuatunya mulai berjalan cepat. Alhasil, mereka pun selalu “haus” akan pengalaman-pengalaman baru dan lebih senang dengan target-target jangka pendek.

Untuk itu, berilah wadah belajar secara berkala untuk karyawan millenial di perusahaan Anda. Mulai dari seminar, workshop premium, serta mendukung mereka untuk berjejaring dengan para profesional di bidang kerja yang sama dengannya.

Berikan juga tantangan baru dalam pekerjaan mereka. Sehingga mereka tidak cepat bosan dan dalam waktu bersamaan bisa mengeksplor dan meningkatkan skill bekerjanya lebih baik lagi. Tentu hal ini akan menguntungkan bagi perusahaan Anda.

Baca Juga: Strategi Meningkatkan Produktifitas Karyawan

 

3. Terapkan Work-Life Balance di Perusahaan Anda

Panduan menjadi HRD yang baik berikutnya adalah ciptakan suasana work-life balanceatau keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi karyawan. Sebab, generasi millenial dikenal sebagai generasi multitasking yang bisa mengerjakan banyak hal dalam satu waktu.

Selain mengerjakan proyek perusahaan, karyawan millenial bisa saja memiliki proyek pribadi di luar, mengikuti kegiatan komunitas sosial, dan tentunya quality time bersama keluarga dan teman-temannya.

Dengan berbagai kesibukan tersebut, karyawan millenial pasti stress jika terjebak pada pekerjaan yang memaksa mereka bekerja secara berlebih untuk kepentingan perusahaan semata. Misalnya, sudah waktunya pulang, tapi masih diminta lembur. Atau waktunya libur tapi masih harus disuruh handle klien dan dihubungi terus-terusan untuk kepentingan pekerjaan. Tentu hal ini sangat menyebalkan bagi semua karyawan, terutama generasi millenial.

Bahkan, Anda disarankan untuk membuat kebijakan baru yang memungkinkan karyawan millenial bekerja secara lebih fleksibel. Salah satunya dengan mengijikan mereka bekerja secara remote dari rumah. Sebab, kebanyakan millenial kurang suka terikat kerja di kantor dengan jam kerja 8-to-5 setiap harinya.

 

4. Dukung Karyawan Millenial untuk Bekerja dalam Tim dan Berkolaborasi antar Divisi

HRD yang baik

Berbeda dari generasi-generasi sebelumnya yang cenderung lebih suka bekerja sendiri, generasi millennial lebih terbiasa bekerja dalam kelompok atau tim. Nah, untuk menjadi HRD yang baik bagi karyawan millenial, tentu Anda harus mendukung bagaimana pola pikir generasi millenial ini.

Pastikan Anda memberi kesempatan seluas-luasnya untuk karyawan millenial bekerja dalam tim dan saling kolaborasi antar divisi. Selain meningkatkan keakraban antar-tim yang tentunya bisa menciptakan hubungan kerja yang harmonis, kerjasama antar-tim juga berpeluang besar menciptakan inovasi baru untuk perusahaan Anda. Lagi-lagi, tentu akan menguntungkan bagi perusahaan Anda.

Baca Juga: Ini Cara Zalora Mempertahankan Karyawan Millenial

 

5. Jangan Pisahkan dari Teknologi Terkini

Apakah Anda sering melihat karyawan millenial update status atau vlog terbaru mereka di Instagram, YouTube, atau media sosial lainnya? Jangan buru-buru menganggap mereka alay dan kekanakan. Sebab, begitulah cara millenial mengeksplor kreatifitasnya.

Generasi millenial sangat mencintai kemajuan teknologi. Sehingga hampir semua aktifitas sehari-hari ditunjang oleh perangkat teknologi. Mulai dari belanja online, menggunakan transportasi online, hingga berjejaring dengan komunitas secara online.

Karena itulah, jangan menghambat kreatifitas karyawan millenial dengan melarang mereka menggunakan teknologi dan media sosial. Bahkan, riset Forbes menyebutkan bahwa sebanyak 56% generasi Millennial akan menolak pekerjaan apabila mereka tidak diizinkan mengakses media sosial. Sebaliknya, Anda justru bisa memanfaatkan kemampuan mereka yang melek teknologi itu untuk memajukan perusahaan Anda.

 

Itulah 5 panduan menjadi HRD yang baik di era millenial. Kami rekomendasikan Anda menggunakan Software HRIS terkini yang bisa mendukung kinerja Anda sebagai HRD, utamanya di era millenial seperti sekarang. Gunakan Software InterActive Payroll+ yang bisa memudahkan Anda dalam mengelola kehadiran, penggajian, hingga perhitungan pajak dan BPJS karyawan secara otomatis. Bahkan, karyawan Anda juga bisa mengajukan ijin dan mengakses data karyawan secara online lho! Tentu sangat memudahkan dan sudah pasti disukai karyawan millenial yang sangat technology-savvy. Cari tahu informasi Software HRIS terbaik disini.

 

Sumber: Intermezzo

Kembali Ke Daftar Blog

Blog Archive

Latest Post

  • 10 Cara Optimasi Instagram untuk Restoran (Part 2)

    19 Oktober 2019

    Sebelumnya, Intermezzo telah membahas  Cara Optimasi Instagram untuk Restoran (Part 1)  yang berisi 5 tips optimasi Inst ...

    Selengkapnya
  • 10 Cara Optimasi Instagram untuk Restoran (Part 1)

    18 Oktober 2019

    Dibandingkan bisnis lainnya, bisnis restoran berpeluang lebih besar untuk memanfaatkan Instagram sebagai media pemasaran. Biasanya ...

    Selengkapnya
  • Strategi Pemasaran 5P untuk Meningkatkan Omset UKM Anda

    10 Oktober 2019

    Saat ini, masyarakat Indonesia banyak yang meminati bisnis UKM atau Usaha Kecil Menengah. Tidak heran bila UKM merupakan kelompok ...

    Selengkapnya