10 Permasalahan UKM dan Cara Mudah untuk Mengatasinya

by InterActive crew ~ 08 Februari 2019

Sebelum membahas 10 permasalahan UKM dan cara mengatasinya, coba kita perhatikan data UKM terlebih dahulu.

Jumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia terus bertambah setiap tahun. Di tahun 2018 ini saja, jumlah pengusaha UMKM diprediksi mencapai 58,97 juta orang. Bahkan, angka ini diprediksi terus meningkat di tahun 2019 nanti.

Peningkatan jumlah UMKM ini membawa pengaruh yang cukup baik bagi perekonomian di Indonesia. Mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga peningkatan produk domestik bruto yang cukup besar, yaitu mencapai 60,34 persen di tahun 2018.

Tak heran, pemerintah menurunkan pajak UMKM menjadi 0,5 persen, agar geliat bisnis UMKM semakin berkembang pesat.

Namun, apakah penurunan pajak telah membebaskan pengusaha dari segala permasalahan UKM yang membelitnya?

Ternyata tidak.

Masih banyak para pengusaha UMKM terkendala modal usaha, strategi pemasaran, hingga akses teknologi digital. Akibatnya, usaha mereka berjalan stagnan dan tidak mengalami kemajuan yang signifikan.

Kali ini Intermezzo akan membahas 10 permasalahan krusial yang paling sering dialami pengusaha UKM beserta cara mudah untuk mengatasinya.

 

1. Minimnya Modal Usaha Jadi Permasalahan UKM Paling Mendasar

Permasalahan UKM paling utama  adalah minimnya modal usaha. Akibatnya, para pengusaha tidak bisa menaikkan jumlah produksinya untuk mencapai omzet lebih banyak.

Ide bisnis baru untuk perluasan usaha pun kerap kali harus disingkirkan jauh-jauh karena permasalahan yang satu ini.

Akar masalah ini sebenarnya sangatlah klasik.

Para pengusaha UKM seringkali kesulitan dalam mencari modal pembiayaan dari bank, karena banyaknya persyaratan yang belum terpenuhi.

Cara Mengatasi: Jika Anda mengalami masaah ini, kami memiliki solusi yang bisa Anda terapkan untuk mengumpulkan modal usaha.

Anda bisa memanfaatkan berbagai lembaga pendanaan yang menawarkan modal pembiayaan berbasis sistem equity crowd funding. Melalui fasilitas ini, Anda bisa mendapatkan modal usaha dari orang-orang yang berminat untuk membiayai suatu usaha, termasuk usaha skala kecil menengah (UKM).

Beberapa contoh pendanaan dengan sistem crowd funding antara lain: Gandengtangan.com, Indiegogo.com, kolase.com, Akseleran.com, Koinworks.com, dll.

Tentunya, ada beberapa syarat yang harus Anda lengkapi untuk mendapatkan pendanaan dari berbagai perusahaan tersebut. Namun, syarat tersebut tidak serumit jika Anda meminjam dana dari bank.

Cobalah berkunjung ke website penggalangan modal usaha bersangkutan jika Anda ingin tahu syarat lengkap pengajuan modal usaha yang Anda inginkan.

 

2. Kurang Tahu Bagaimana Cara Membesarkan Bisnis

Permasalahan UKM selanjutnya adalah minimnya pengetahuan pengusaha UKM tentang manajemen bisnis yang baik. Banyak pelaku UKM hanya fokus memproduksi barang, tanpa memikirkan bagaimana strategi ekspansi bisnisnya lebih besar lagi.

Akibatnya, pengusaha UKM kesulitan dalam meningkatkan level bisnisnya. Usaha yang mereka jalankan tidak berkembang dan omzet yang didapat tidak mengalami kenaikan.

Cara Mengatasi: Agar Anda selalu up to date dengan perkembangan strategi bisnis terbaru, satu-satunya cara yang harus Anda lakukan adalah banyak membaca dan belajar.

Anda bisa belajar dari pengalaman yang dibagikan oleh banyak pebisnis dunia maupun lokal dari berbagai buku, situs berita, jejaring sosial, atau melalui seminar, workshop, dll.

Selain itu, Anda juga sangat disarankan untuk bergabung ke suatu komunitas bisnis yang dapat mempertemukan Anda dengan banyak praktisi bisnis lainnya.

Dengan begitu, Anda bisa saling berbagi pengetahuan, wawasan, dan pengalaman bisnis Anda lebih luas lagi.

Baca Juga: Ingin Omzet UKM Anda Melejit? Lakukan 3 Langkah Jitu di Bawah ini!

 

3. Kurangnya Inovasi Produk

Dalam meningkatkan daya saing bisnisnya, seorang pengusaha UKM juga sering mengalami kendala dalam melakukan inovasi produk.

Saat ini jumlah produk UKM yang mampu menembus pasar internasional masih sangat sedikit sekali. Mengapa?
Salah satu penyebab sulitnya produk UKM bersaing di pasar mancanegara adalah rendahnya daya saing produk.
Apalagi, jika dihubungkan dengan harga yang ditawarkan, produk UKM Indonesia masih jauh dari kualitas yang ditawarkan produk luar negeri.

Cara Mengatasi: Untuk meningkatkan daya saing produk, para pelaku UKM harus lebih kreatif dan inovatif dalam memproduksi barang. Agar produk Anda dilirik, Anda harus menawarkan produk inovatif yang berbeda dengan produk sejenis lainnya.

Jika Anda kesulitan dalam melakukan inovasi produk, maka kuncinya adalah jangan pernah berhenti mencoba. Cobalah melakukan inovasi produk dengan menerapkan formula atau cara produksi yang baru.


Anda juga harus membuka diri dan bergabung dengan pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh Kementrian Koperasi dan UKM serta perusahaan-perusahaan yang memberi perhatian khusus kepada UKM.

Selain aktif mengikuti pelatihan, pelaku UKM juga harus aktif dalam menganalisa produk kompetitor. Hal ini penting dilakukan untuk menganalisa harga, tren bisnis, serta mencari ide inovatif yang bisa Anda terapkan untuk produk Anda.

 

4. Kesulitan Mendistribusikan Barang

Permasalahan UKM selanjutnya terletak pada masalah pendistribusian barang.  Selama ini banyak pelaku UKM kekurangan channel dalam mendistribusikan produknya.

Kebanyakan hanya fokus mendistribusikan barang kepada beberapa kolega dan pengepul yang dikenalnya saja. Tentu cara pemasaran seperti ini masih sangat sederhana dan jangkauannya belum terlalu luas.

Cara Mengatasi: Aktiflah mengikuti pameran produk yang diadakan berbagai lembaga pemerintah, swasta, maupun komunitas. Cara ini tidak ada salahnya Anda coba untuk memperluas jangkauan pasar Anda.

Selain itu, cobalah melakukan kerjasama dengan berbagai merchant/ outlet yang bisa membantu memasarkan produk Anda di toko mereka. Dengan begitu, pendistribusian produk Anda bisa lebih luas dan menjangkau pasar yang lebih luas juga.

 

5. Belum Memaksimalkan Pemasaran Online

Permasalahan UKM yang kelima ini masih berhubungan erat dengan poin keempat, yaitu sulitnya mendistribusikan barang.

Salah satu faktor yang menyebabkan pendistribusian barang UKM kurang meluas karena pengusaha belum melakukan pemasaran online.

Mungkin, beberapa pelaku UKM sudah memasarkan produknya secara online melalui media sosial, situs marketplace, dll, akan tetapi dalam prakteknya masih kurang maksimal. Sehingga, hasil yang didapat pun kurang maksimal.

Cara Mengatasi: Untuk memaksimalkan pemasaran online, hal utama yang harus dilakukan pengusaha UKM adalah memilih saluran pemasaran online yang tepat, lalu fokus memasarkan di saluran tersebut, dan terus mengoptimasinya.

Misalnya: seorang pengusaha kerajinan tangan sebaiknya memasarkan produknya melalui Instagram. Memang tidak ada salahnya memasarkan produk tersebut ke saluran lain, misalnya Facebook atau situs marketplace.

Namun, sebagai permulaan, sebaiknya fokus memasarkan di satu saluran saja. Lalu, lakukan optimasi secara berkala agar pemasaran di saluran tersebut menghasilkan peningkatan konversi.

Setelah fokus di satu saluran, Anda bisa lanjut mengoptimasi saluran yang lain, sehingga penjualan produk Anda semakin meningkat.

Membuka peluang reseller/ dropshipper juga tidak ada salahnya untuk Anda coba. Dengan semakin banyaknya orang yang mempromosikan produk Anda, maka peluang terjadinya penjualan pun semakin besar.

 

6. Tidak Adanya Branding Adalah Permasalahan UKM yang Cukup Serius

Salah satu permasalahan UKM yang sering luput dari perhatian pengusaha UKM adalah branding. Belum banyak pelaku UKM yang sadar akan pentingnya branding bagi produk dan juga usahanya.

Sehingga, kebanyakan pelaku UKM hanya fokus menjual, menjual, dan menjual, tanpa memikirkan bagaimana kualitas merk dari produknya.

Padahal, menjaga kualitas branding sangatlah penting dalam upaya membesarkan bisnis UKM. Dengan kualitas branding yang baik, suatu produk akan lebih mudah diingat khalayak. Sehingga peluang terjadinya penjualan pun semakin besar.

Cara Mengatasi: Untuk meningkatkan kualitas branding produk UKM Anda, langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah melakukan analisa SWOT (Strengths, Weaknesses Opportunities, Threats) terhadap produk Anda.

Artinya, coba analisa apa saja kekuatan, kelemahan, serta peluang dan ancaman terhadap produk Anda.

Dari hasil analisa tersebut, coba temukan hal yang paling menonjol dan yang paling membedakan produk Anda dengan produk lain.

Setelah Anda temukan, cobalah untuk konsisten menonjolkan ciri khas produk Anda sebagai materi promosi. Bagaimana konsistensi Anda dalam mempertahankan ciri khas produk Anda inilah yang akan menentukan bagaimana kualitas brand / merk Anda.

 

7. Tidak Melakukan Program Loyalitas Pelanggan

Tidak adanya program loyalitas pelanggan juga menjadi pemasalahn UKM yang cukup krusial.

Kebanyakan pelaku UKM belum memiliki perhatian yang besar dalam membuat program loyalitas pelanggan. Mulai dari promo reguler, pendaftaran member, hingga komunitas pelanggan.

Padahal, menjaga loyalitas pelanggan sangatlah penting. Semakin sering pelaku UKM melakukan program loyalitas pelanggan, maka loyalitas pelanggan pun akan semakin menguat.

Dengan begitu, pelanggan akan lebih sering melakukan repeat order, dan bahkan dengan sukarela mempromosikan produk Anda dari mulut ke mulut.

Cara Mengatasi: Untuk Anda yang belum tahu bagaimana cara melakukan program loyalitas pelanggan yang baik, coba luangkan waktu sejenak untuk memikirkan ide besarnya. Anda bisa mulai dengan mengadakan program promo. Misalnya: diskon, cashback, giveaway, dll.

Selanjutnya, Anda juga coba rencanakan pendaftaran member untuk pelanggan setia Anda. Misalnya: memberlakukan diskon khusus bagi member yang aktif, dsb.

 

8. Masih Mengandalkan Pembukuan Secara Manual

Banyak yang tidak sadar jika pembukuan secara manual menjadi permasalahan UKM yang cukuo serius. Pembukuan secara manual ini rawan terjadinya kehilangan, kerusakan, dan bahkan kesalahan rekap.

Sehingga, pengusaha tidak bisa menganalisa hasil penjualannya secara tepat. Misalnya: jika laporan penjualan pada hari tertentu tiba-tiba hilang, maka laporan penjualan keseluruhan pun akan amburadul.

Padahal, pembukuan yang baik adalah kunci evaluasi bisnis yang memadai.

Dengan pembukuan yang baik, Anda bisa menganalisa penjualan usaha Anda secara lebih tepat sebagai pertmbangan untuk mengambil keputusan selanjutnya.

Selain itu, pembukuan yang baik juga menjadi syarat wajib untuk semua pengusaha yang ingin meminjam modal usaha kepada bank.

Sehingga, kembali pada permasalahan nomor 1, jika pembukuan usaha Anda buruk, maka dipastikan Anda kesulitan mendapatkan pinjaman modal usaha dari bank.

Cara Mengatasi: Sekarang mulai atur kembali cara Anda melakukan pembukuan usaha setiap harinya. Tinggalkan cara manual dan mulailah melakukan pembukuan secara otomatis dengan bantuan software.

Disini, kami ingin merekomendasikan Anda untuk menggunakan InterActive MyProfit, sebuah aplikasi kasir online berbasis Android yang bisa merekap laporan penjualan harian secara otomatis.

Dengan menggunakan InterActive MyProfit, Anda tidak perlu bingung bagaimana melakukan rekap penjualan atau menghitung omzet harian. Karena laporan penjualan Anda bisa otomatis tercetak melalui aplikasi.

Anda juga tidak perlu takut kehilangan laporan penjualan Anda, karena semua data di aplikasi InterActive MyProfit dijamin lebih aman dengan fasilitas penyimpanan di cloud server.

Tidak hanya itu saja, untuk Anda yang ingin mendapatkan laporan pembukuan secara lebih detail (laba, rugi, pajak, dll), ada kabar baik kalau InterActive MyProfit juga terintegrasi software akuntansi.

Sehingga, Anda tidak perlu bersusah payah menghitung laporan penjualan secara manual. Dengan menggunakan InterActive MyProfit, Anda bisa dapatkan laporan akuntansi secara otomatis.

 

9. Tidak Memiliki Mentor

Tanpa memiliki mentor bisnis, seorang pengusaha UKM akan kesulitan dalam mengembangkan bisnisnya lebih besar lagi. Pengetahuannya seputar bisnis menjadi terbatas dan dia akan kesulitan dalam melakukan inovasi produk.

Cara Mengatasi: Untuk mengatasi permasalahan UKM yang satu ini, maka Anda harus memiliki mentor bisnis yang bisa membimbing Anda lebih baik lagi dalam menjalankan usaha.

Memiliki mentor bisnis tidak berarti mengharuskan Anda untuk bersekolah bisnis atau bergabung dengan pelatihan eksklusif khusus pebisnis.

Yang terpenting, Anda harus tetap aktif untuk belajar keilmuan bisnis dari ahlinya. Bagaimana caranya? Kami telah jelaskan di poin kedua, bahwa Anda bisa belajar dari buku, situs berita, atau media sosial para ahli bisnis.

Anggaplah mereka sebagai mentor pribadi Anda, dan aktiflah belajar dari mereka.

 

10. Tidak Memiliki Izin Usaha Resmi
Permaslahan UKM yang kesepuluh yaitu tidak adanya izin usaha resmi, sehingga menghambat laju usaha Anda. Jika Anda ingin mengembangkan usaha Anda menjadi lebih besar lagi, maka sudah waktunya Anda mengurus izin resmi untuk usaha Anda.

Cara Mengatasi: Carilah informasi mengenai prosedur mengurus perizinan usaha, lalu terapkan caranya satu per satu. Jika Anda masih bingung, Anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu pada ahlinya. Sehingga, Anda tidak perlu takut salah dalam melangkah.

Demikian pembahasan tentang 10 permaslaahan krusial pengusaha UKM beserta cara mengatasinya. Sekarang, coba analisa usaha Anda. Dari 10 permasalahan di atas, manakah yang mengganggu pengembangan usaha Anda? Setelah Anda temukan permasalahan tersebut, coba atasi dengan alternatif pennyelesaian masalah yang kami tawarkan. Semoga bermanfaat.

Kembali Ke Daftar Blog

Blog Archive

Latest Post

  • Rekomendasi Self Order Terbaik untuk Restoran Anda

    29 Nopember 2019

    Sebelumnya Intermezzo telah membahas apa itu teknologi  self order   dan  manfaatnya untuk bisnis restoran Anda. & ...

    Selengkapnya
  • Keuntungan Menggunakan Teknologi Self Order untuk Restoran Anda

    28 Nopember 2019

    Apakah Anda sudah pernah menggunakan sistem  self order  di sebuah restoran? Bagaimanakah kesan pertama Anda setelah men ...

    Selengkapnya
  • Mengenal Teknologi Self Order dan Manfaatnya untuk Bisnis Restoran Anda

    27 Nopember 2019

    Sebelumnya, Intermezzo telah membahas “ 7 Teknologi Restoran Terbaru ”, dimana salah satunya menjelaskan tentang tekno ...

    Selengkapnya