Cara Membangun Bisnis yang Sehat

by InterActive crew ~ 19 Desember 2016

Apakah Anda saat ini sedang membangun sebuah bisnis? tahukah Anda bahwa 80% bisnis itu tidak bisa survive terus menerus dalam 5 tahun? Mengapa hal itu terjadi? Salah satu faktornya adalah karena banyak diantara kita masih memiliki “mindset karyawan”, yaitu kita masih suka sering terlibat dalam bisnis kita, atau memiliki pemikiran, “kalau tidak ada saya maka bisnis ini tidak jalan.”

Bagi Anda yang saat ini ingin menjadi seorang entrepreneur, yang menjadi tantangannya adalah Anda akan mengurusi banyak modal pada bisnis atau start up Anda. Lalu, mungkin Anda akan bertanya-tanya, “bagaimanakah agar bisa mendapatkan uang (make money) pada bisnis yang saya jalankan?” di bawah ini akan dijabarkan caranya, mari kita simak:

PERTAMA, yang harus Anda kuasai adalah laporan keuangan.

Meskipun bisnis Anda masih kecil, Anda harus bisa membuat bisnis Anda berjalan dengan baik secara professional. Jadi, mulailah mengenal angka-angka pada laporan keuangan dan membuat laporan keuangan yang sederhana, seperti neraca, laba rugi, dan arus kas.

KEDUA, aturlah tiga poin penting dalam keuangan bisnis Anda.

1) Piutang. Tantangan dalam hal piutang adalah menjaga agar cash gap atau kesenjangan kas Anda tidak terlalu lebar. Sehingga akan membuat Anda tidak hanya jago jualan, tapi Anda juga bisa menagih dengan cara yang bijaksana.

2) Kelolalah hutang Anda dengan sebaik mungkin. Hutang is a good thing. Jika Anda tidak bisa membayar hutang, alangkah baik nya untuk tidak menambah hutang untuk keperluan yang tidak begitu penting.

3) Kontrollah inventory dan stock Anda. Beberapa pebisnis berpikir bahwa, dengan memperbanyak stock maka berarti bisnis kita semakin bagus. Itu tidak sepenuhnya benar karena memiliki banyak stock justru bisa berarti cash flow atau aliran kas akan mati.

Mari kita simak Five Business Chassis Strategy (Lima Strategi Kerangka Bisnis) yang dipaparkan oleh Roni Yuzirman, pendiri salah satu komunitas entrepreneur terbesar di Indonesia, yaitu Komunitas Tangan Di Atas:

#1). Perbanyak Prospek (Leads)
Caranya adalah dengan iklan, buka cabang, sebar brosur atau pamflet, ikut pameran, membuat pelatihan, dsb. Prospek yang masuk ke toko karena membaca brosur, membaca iklan atau dari hasil ikut pameran tersebut akan membuat kemungkinan prospek Anda menjadi lebih besar. Semakin banyak yang masuk ke toko Anda berarti semakin banyak pula prospek bisnis Anda.

#2). Perbanyak Jumlah Konversi (Conversion)
Konversi adalah jumlah prospek yang akhirnya membeli produk Anda. Bagaimana cara menaikkan konversi? Anda bisa memberikan garansi, berikan jaminan purna jual, delivery gratis, dsb.

#3) Naikkan Jumlah Transaksi
Jumlah transaksi adalah berapa banyak transaksi yang terjadi di toko Anda per hari, per minggu atau per bulannya. Lakukan berbagai cara agar pelanggan Anda lebih sering belanja, misalnya dengan memberikan hadiah, bonus, cash back, point, voucher dsb.

#4). Naikkan Jumlah Rata-rata Pembelian
Caranya? Anda pernah makan di restoran cepat saji? Setiap kita akan membayar, bagian kasir akan selalu tanya: “Mau tambah french fries nya pak?” Jika kita jawab iya, dia akan tanya: “Yang large atau medium?” Jika kita jawab tidak ingin french fries, dia akan tanya lagi: “Es krimnya mau pak?” atau “Mau coba soda barunya pak?” Begitu seterusnya.

#5). Naikkan Margin Keuntungan
Misalnya harga pokok produk Anda adalah Rp.850. Anda jual Rp.1100, maka keuntungan Anda adalah Rp. 350 atau 25% (Rp. 350 : Rp. 1100). Kemudian Anda naikkan harganya Rp. 100 menjadi Rp. 1.200, maka margin keuntungannya menjadi 32% atau naik 7%.

KETIGA, Jika Anda ingin meningkatkan pendapatan, maka Anda bisa meningkatkan repeat order, yaitu bagaimana Anda memonitor database customer, bukan hanya saat mereka akan beli saja, tapi bagaimana membuat mereka akan membeli berkali-kali.

KEEMPAT, cari tahu bagaimana agar rata-rata pembelian Anda bisa naik. Misal, pembeli Anda membeli 100 ribu, kenapa mereka tidak beli 120 ribu? Anda harus melakukan strategi pada bagian advertising atau online business. Anda juga bisa mengintensifkan pada bagian sales dan non sales
Akhirnya, jika Anda ingin meningkatkan profit atau meningkatkan selisih keuntungan, Anda bisa menaikkan harga atau menurunkan biaya. Tidak semua industri bisa dengan mudah untuk menaikkan harga.

Bagi Anda yang sudah memutuskan untuk menjadi seorang entrepreneur, kehidupan Anda akan lebih baik jika disertai membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain. Sebelum Anda berinvestasi pada bisnis Anda, berinvestasi lebih banyaklah pada diri Anda. Jangan berharap bisnis itu semakin mudah, berharaplah Anda menjadi semakin baik.

 

www.interactive.co.id

#interactive #interactiveholic #interactivetag #interactivecorp #interactiveclient #softwareinteractive #softwarebisnis #interactivemyretail #interactivemyresto #software #softwareretail #interactivemyaccounting #softwareacounting

Kembali Ke Daftar Blog

Blog Archive

Latest Post

  • 10 Cara Optimasi Instagram untuk Restoran (Part 2)

    19 Oktober 2019

    Sebelumnya, Intermezzo telah membahas  Cara Optimasi Instagram untuk Restoran (Part 1)  yang berisi 5 tips optimasi Inst ...

    Selengkapnya
  • 10 Cara Optimasi Instagram untuk Restoran (Part 1)

    18 Oktober 2019

    Dibandingkan bisnis lainnya, bisnis restoran berpeluang lebih besar untuk memanfaatkan Instagram sebagai media pemasaran. Biasanya ...

    Selengkapnya
  • Strategi Pemasaran 5P untuk Meningkatkan Omset UKM Anda

    10 Oktober 2019

    Saat ini, masyarakat Indonesia banyak yang meminati bisnis UKM atau Usaha Kecil Menengah. Tidak heran bila UKM merupakan kelompok ...

    Selengkapnya