5 Penyebab Kebangkrutan UKM beserta Cara Mudah untuk Mengatasinya

by InterActive crew ~ 14 Mei 2019

Pertumbuhan Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia sangatlah cepat. Menurut Kemenkop UKM, jumlah pelaku UKM di Indonesia mencapai 59,2 juta pelaku. Bahkan, para pelaku UKM juga berkontribusi cukup besar terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) di Indonesia.

Masih menurut Kemenkop UKM, kontribusi UKM terhadap PDB selalu mengalami peningkatan. Di tahun 2014, kontribusinya mencapai 1,71 persen, lalu meningkat tajam mencapai 3,99 persen di tahun 2016, dan menjadi 4,48 persen pada tahun 2017. Diperkirakan angka tersebut akan semakin naik hingga 5 persen di tahun 2019 ini.

Namun, peningkatan kontribusi UKM terhadap PDB ternyata tidak berbanding lurus dengan perkembangan UKM secara merata. Ternyata, masih banyak para pelaku UKM pemula yang mengalami kerugian hingga akhirnya bangkrut dan menutup usahanya.

Bahkan, menurut sebuah survei internasional, lebih dari 80% UKM di Asia tutup di tahun ketiga mereka berdiri. Penyebabnya beragam. Mulai dari kurangnya pengetahuan bisnis hingga minimnya modal usaha.

Jika Anda termasuk pelaku UKM, atau berkeinginan merintis usaha berskala kecil menengah, segera persiapkan diri Anda dengan mempelajari 5 Penyebab Kebangkrutan UKM berikut ini.

 

1. Kurangnya Kemampuan Manajerial

Penyebab kebangkrutan UKM yang pertama adalah kurangnya kemampuan manajerial pengusaha.

Hal ini ditunjukkan oleh perencanaan strategi yang buruk, pengelolaan bisnis yang tidak efektif, serta minimnya komunikasi dengan para pekerja (pegawai) yang terlibat. Akibatnya, Anda seringkali “keteteran” dalam menjalankan usaha Anda.

Kurangnya kemampuan manajerial ini dapat Anda atasi dengan belajar lebih dalam dan melatih kemampuan manajerial Anda secara matang. Berikut adalah beberapa saran yang dapat Anda terapkan:

Pertama, carilah mentor yang dapat membantu Anda belajar. Anda bisa mencari banyak mentor inspiratif di internet. Coba temukan mentor yang telah berpengalaman dalam dunia bisnis, pelajari setiap saran yang mereka bagikan, dan terapkan dalam kehidupan Anda sehari-hari.

Kedua, cari 1-2 mitra yang keahliannya bisa melengkapi keahlian Anda. Hal ini penting agar semua ide usaha Anda tidak hanya terfokus dari buah pikiran Anda sendiri. Dengan memiliki mitra yang dapat melengkapi, Anda bisa menerima berbagai masukan dan sudut pandang yang membangun untuk usaha Anda.

Ketiga, tetaplah menjadi diri Anda sendiri, dengan menampilkan kelebihan dan kekurangan Anda secara jujur. Saran ini sebagai penyeimbang dua saran sebelumnya. Artinya, meskipun Anda secara kontinyu belajar dari mentor dan mitra bisnis Anda, namun Anda tidak boleh menghilangkan jati diri Anda. Jadi, tetaplah menjadi diri Anda sendiri dalam mengelola bisnis UKM Anda.

 

2. Pasar yang Terlalu Terfokus (Niche Market)

Penyebab kebangkrutan UKM yang kedua adalah pasar yang terlalu terfokus. Sehingga target pasar Anda menjadi sangat sempit dan kurang meluas.

Membidik pasar yang terlalu spesifik memang memungkinkan Anda memiliki kompetitor yang relatif sedikit. Namun, pemilihan pasar tersebut juga bisa menjadi bumerang untuk Anda. Karena Anda akan kesulitan dalam menemukan pasar baru yang lebih potensial.

Untuk mengatasi hal ini, Anda tidak diharuskan mengganti target pasar Anda. Namun, yang perlu Anda lakukan adalah menganalisis kembali konsep bisnis Anda.

Dengan produk yang Anda miliki, coba telaah lagi siapa saja target pasar Anda. Analisis juga perilaku target pasar Anda, dan pelajari bagaimana kompetitor Anda membidik mereka.

Selanjutnya, yang perlu Anda lakukan adalah memaksimalkan strategi pemasaran produk Anda. Tingkatkan juga kualitas branding usaha Anda, sehingga target pasar lebih tertarik dengan produk Anda daripada milik kompetitor.

Lakukan hal ini secara kontinyu agar Anda bisa segera merasakan manfaatnya.

 

3. Merekrut Orang yang Salah

Penyebab kebangkrutan UKM yang ketiga adalah salah memilih pegawai. Jika usaha yang Anda rintis mulai berkembang dan membutuhkan pekerja tambahan untuk produksi/ melakukan pekerjaan lainnya, maka Anda harus pintar-pintar dalam memilih pegawai.

Sebab, pegawai Anda merupakan cerminan usaha Anda di mata orang lain. Jangan sampai karena terburu-buru membutuhkan karyawan, Anda salah mempekerjakan orang. Untuk menghindari masalah ini, coba lakukan beberapa hal berikut:

Pertama, jual ide Anda dan cobalah merekrut orang-orang yang punya ketertarikan besar terhadap ide Anda untuk bekerja dengan kompensasi berupa saham. Dengan penawaran seperti ini, orang lain akan lebih tertarik dengan ide usaha Anda. Mereka juga mau bekerja secara maksimal untuk bersama-sama mengembangkan usaha Anda.

Beda halnya jika Anda sekadar mempekerjakan orang, maka seringkali orang yanag Anda pekerjakan tidak memiliki visi misi yang sama. Sehingga, pekerjaan mereka  cenderung asal atau sekadar menyelesaikan pekerjaan (bukan untuk mengembangkan usaha Anda).

Kedua, bila memiliki modal yang cukup, pekerjakan beberapa kontraktor dan pegawai magang yang bekerja sesuai kebutuhan. Dengan dua cara ini, kami yakin Anda bisa mendapatkan karyawan yang lebih loyal kepada Anda.

 

4. Memulai Terlalu Dini

Penyebab kebangkrutan UKM yang keempat adalah waktu memulai usaha yang terlalu dini. Produk yang terlambat diluncurkan ke pasar bisa mengakibatkan pengusaha gulung tikar. Akan tetapi, terlalu cepat memasarkan produk juga bisa berakibat fatal.

Apalagi jika tidak dibarengi dengan persiapan yang matang. Untuk mencegah kebangkrutan, Anda perlu melakukan uji coba produk, riset pasar secara mendalam, serta perbaikan secara bertahap.

Jangan sampai Anda memulai usaha terlalu dini dan kurang persiapan matang. Namun, jangan sampai Anda juga terlambat meluncurkan produk usaha Anda. Sehingga saat Anda meluncurkan produk usaha Anda, target pasar Anda sudah tidak berminat lagi dan menolak penawaran Anda.

 

5. Tidak Dapat Memberikan Hasil yang Sempurna

Penyebab kebangkrutan yang kelima ini sangat jarang disadari para pengusaha.

Memang hal yang wajar jika pengusaha menginginkan bisnis mereka bisa langsung menghasilkan produk dan jasa berkualitas. Namun, pada kenyataannya kebanyakan pegusaha harus berjuang melewati berbagai rintangan besar sebelum mencapai kesuksesan.

Ekspektasi yang terlalu tinggi dan menginginkan hasil secara instan inilah yang tidak bagus untuk Anda. Sebab, dengan memiliki pemikiran semacam itu, Anda akan rentan mengalami stress dan cenderung memaksakan strategi.

Sebaiknya, daripada terlalu memikirkan ekspektasi yang terlalu tinggi, Anda lakukan uji coba pada berbagai produk Anda secara berkala. Hal ini sangat penting untuk menentukan apa yang benar-benar dibutuhkan target pasar Anda.

Sebab, dibanding menyimpan produk terbaik, lebih baik ciptakan versi terbaik yang Anda bisa dan terus lakukan penyesuaian yang diperlukan.

Baca Juga: 5 Cara Efektif dan Ampuh Untuk Mencegah Bisnis Bangkrut

 

Demikian 5 penyebab kebangkutan UKM beserta cara mudah untuk mengatasinya. Coba Anda pertimbangkan beberapa saran di atas dan praktekkan sekarang juga pada cara Anda mengelola usaha. Semoga usaha Anda semakin sukses dan terhindar dari kebangkrutan.

sumber: Intermezzo

Kembali Ke Daftar Blog

Blog Archive

Latest Post

  • 7 Masalah HRD Ini Bisa Anda Selesaikan dengan Cara Ini

    22 Agustus 2019

    HRD memegang peranan penting dalam suatu perusahaan. Mereka tidak hanya bertanggungjawab dalam proses rekrutmen karyawan, namun ju ...

    Selengkapnya
  • 10 Skill Wajib HRD Profesional, Sudahkah Anda Kuasai?

    20 Agustus 2019

    Umumnya, pada perusahaan kecil, pekerjaan dan tugas HRD dikerjakan oleh karyawan biasa tanpa memiliki pengalaman/  ...

    Selengkapnya
  • Panduan Menjadi HRD yang Baik di Era Millenial

    19 Agustus 2019

    Anda seorang HRD atau berencana berkarir sebagai HRD? Tepat sekali! Kali ini Intermezzo akan menberikan panduan menjadi HRD yang b ...

    Selengkapnya