7 Masalah HRD Ini Bisa Anda Selesaikan dengan Cara Ini

by InterActive crew ~ 22 Agustus 2019

HRD memegang peranan penting dalam suatu perusahaan. Mereka tidak hanya bertanggungjawab dalam proses rekrutmen karyawan, namun juga bertanggungjawab atas kesejahteraan karyawan selama bekerja.

Tidak mengherankan, HRD sering menemui banyak masalah yang berkaitan dengan karyawan. Mulai dari menghadapi karyawan yang mangkir, protes masalah gaji, hingga mereka yang bermasalah dengan manajemen perusahaan.

Mau tidak mau, HRD harus menyelesaikan semua masalah itu agar tercipta suasana kerja yang kondusif.

Berikut ini adalah 7 masalah HRD yang sering ditemui beserta alternatif solusi untuk menyelesaikannya.

 

1. Rendahnya Kedisiplinan dan Produktifitas Karyawan

Masalah pertama yang paling sering dihadapi HRD adalah rendahnya kedisiplinan dan produktifitas karyawan. Hampir setiap hari pasti ada saja karyawan yang terlambat datang ke kantor, molor waktu istirahat, atau pun pulang lebih awal dari jam yang seharusnya.

Jika terus-terusan terjadi, ketidakdisiplinan karyawan ini hanya akan menghambat produktifitas kerja karyawan. Ujung-ujungnya, perusahaan merugi karena mempekerjakan karyawan pemalas dan tidak produktif.

Sebagai HRD, Anda dituntut meningkatkan kedisiplinan karyawan, sehingga mereka bisa bekerja lebih disiplin dan produktif. Bagaimana caranya?

Pertama, buat peraturan yang tegas mengenai kehadiran dan berikan sanksi bagi karyawan yang mangkir/ sering terlambat. Setelah adanya peraturan, Anda perlu memantau kedisiplinan karyawan secara berkala. Tidak harus dengan memperhatikan gerak gerik mereka setiap menit, namun cukup memantaunya lewat sistem.

Salah satu yang bisa Anda lakukan adalah dengan memanfaatkan Mesin Absensi Berteknologi Biometrik. Sehingga, kehadiran karyawan bisa terekam secara detail, absensi tidak bisa dipalsukan, dan informasi keterlambatan pun bisa terdeteksi secara akurat. 

Baca Juga: Strategi Meningkatkan Produktifitas Kerja Karyawan

 

2. Kemampuan dan Kinerja Karyawan yang Buruk

Masalah HRD yang kedua adalah saat tim HR dihadapkan pada rendahnya kemampuan dan kinerja karyawan. Setelah proses rekrutmen dan pelatihan yang panjang, ternyata beberapa karyawan belum mampu bekerja secara maksimal. Baik karena kurangnya skill, pengalaman, atau pun buruknya attitude mereka.

Tentu hal ini menjadi masalah yang cukup serius, karena target kerja tidak bisa terpenuhi dengan baik. Lagi-lagi, HRD adalah pihak yang harus bertanggungjawab dalam menangani permasalahan ini.

Untuk menyiasati rendahya hard skill, HRD bisa bekerjasama dengan manajer karyawan bersangkutan untuk merancang pelatihan berkelanjutan. Di sini, HRD bertugas memfasilitasi pelatihan yang dibutuhkan, mencari trainer yang tepat, dan mengevaluasi hasil pelatihan secara berkala.

Namun, untuk meningkatkan kualitas soft skill karyawanHRD membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Sebab, soft skill (termasuk menyangkut soal attitude) tercermin dari perilaku dan kebiasaan sehari-hari karyawan. Sehingga dibutuhkan waktu sepanjang masa untuk memantaunya.

 

3. Kesulitan Merekap Data Kehadiran Karyawan

Setelah dipusingkan dengan berbagai masalah karyawan, HRD juga kerap diliputi kendala tersendiri dalam menyelesaikan pekerjaan administratif. Salah satunya saat merekap data kehadiran karyawan.

Masalah HRD yang satu ini memang cukup rumit, apalagi jika jumlah karyawan yang bekerja tidaklah sedikit. Hampir setiap hari ada yang ijin terlambat, ijin tidak masuk, ambil cuti tahunan, atau pun ijin pulang lebih cepat. Semua data tersebut harus terekap dengan baik dan detail, karena menyangkut penggajian dan penilaian kedisiplinan karyawan.

HRD pasti kesulitan merekap semua data itu, apalagi jika di perusahaan tempat Anda bekerja masih menerapkan sistem kerja manual. Baik itu sistem absensi yang masih menggunakan ceklok manual atau prosedur pengajuan ijin yang juga manual.

Untuk mengatasi masalah ini, sebaiknya mulai tinggalkan cara manual dan beralih menggunakan software HRIS. Dengan menggunakan software ini, Anda bisa merekap semua data kehadiran karyawan secara otomatis dari Mesin Absensi Biometrik yang digunakan di perusahaan Anda. Bahkan, data keterlambatan pun bisa terekap secara otomatis.

Apalagi, jika Anda memilih Software InterActive Payroll Plus. Maka, pengajuan ijin karyawan di perusahaan Anda bisa dilakukan secara online, dan semua data ijin/ cuti karyawan bisa terekap secara otomatis. Pekerjaan Anda pun jadi lebih mudah dan praktis.

Baca Juga: 10 Skill Wajib HRD Profesional yang Harus Anda Miliki

 

4. Kesulitan Mengatur Penggajian, Pajak, BPJS, dll

Masalah HRD yang keempat ini masih berhubungan dengan poin sebelumnya. Setiap bulannya, seorang HRD pasti disibukkan dengan masalah penggajian, perhitungan pajak, dan BPJS karyawan.

Tentu saja, jika semua itu masih dilakukan secara manual pasti akan merepotkan dan rawan terjadi salah hitung. Padahal, jangan sampai HRD salah hitung/ terlambat membagikan gaji karyawan. Bisa-bisa HRD didemo karyawan satu gedung dan diminta ganti rugi atas kesalahan tsb.

Untuk mengatasi masalah ini, sebaiknya Anda tinggalkan cara manual dan beralih menggunakan Software HRIS yang bisa merekap gaji secara otomatis.

Jika menggunakan Software InterActive Payroll Plus, bukan hanya penggajian karyawan yang bisa Anda lakukan secara otomatis. Perhitungan pajak hingga BPJS pun juga bisa Anda lakukan secara otomatis. Sangat bermanfaat sekali ya?

 

5. Terjadinya Konflik Antar-Karyawan atau antara Atasan dan Bawahan

Masalah yang cukup mengganggu HRD berikutnya adalah saat terjadinya konflik antar-karyawan. Konflik tersebut sangatlah mengganggu, karena dipastikan akan merusak kinerja karyawan bersangkutan, dan pada akhirnya berimbas pada kualitas kerja seluruh tim.

Untuk mengatasi hal ini, Anda sangat disarankan menjadi penengah yang baik dan tidak berpihak kepada salah satu pihak. Sebagai langkah lanjutan, Anda perlu menumbuhkan keharmonisan dan kekompakan antar-karyawan melalui berbagai kegiatan perusahaan yang bisa dilakukan bersama-sama. 

Begitu juga saat terjadinya konflik antara karyawan dengan atasan. Seorang HRD pasti berada di posisi yang sangat dilematis, antara membela karyawan atau pihak manajemen perusahaan.

Dalam mengatasai konflik vertikal ini, seorang HRD dituntut mampu bersikap secara profesional dan berimbang. HRD perlu mendengar kesulitan dan kepentingan kedua pihak yang bertikai, dan menjembatani mereka agar menemukan solusi terbaik, demi keberlanjutan perusahaan.

 

6. Tingginya Angka Turnover Karyawan

Masalah HRD yang keenam berkaitan dengan bagaimana mempertahankan karyawan terbaik. Apalagi di era millenial saat ini, di mana banyak survei menyebutkan rendahnya loyalitas karyawan millenial.

Seperti dikutip dari hasil survei Delloitte tahun 2018. Sekitar 43% milenial berencana resign dari tempat kerja mereka dalam 2 tahun, dan hanya 28% yang berencana menetap sampai lebih dari 5 tahun.

Sebagai HRD, tingginya angka turnover karyawan adalah masalah yang sangat mengganggu. Karena Andalah yang harus bertanggungjawab mencari pengganti karyawan tsb.

Cara terbaik yang perlu Anda lakukan untuk mengurangi angka turnover karyawan adalah sering-seringlah mendengar dan memahami aspirasi karyawan Anda. Rancang program penggajian, tunjangan, serta hak-hak karyawan lainnya secara menarik dan sesuai standar yang berlaku.

Selain itu, tumbuhkan lingkungan kerja yang nyaman dan harmonis, sehingga seluruh karyawan betah bekerja di perusahaan Anda. 

Baca Juga: Ini Cara Zalora Mempertahankan Karyawan Millenial

 

7. Kendala Menemukan Kandidat Karyawan yang Tepat

Masih berkaitan dengan masalah HRD sebelumnya, poin ketujuh ini juga kerap mengganggu tim HR. Sebagai akibat dari tingginya angka turnover, maka Anda pun harus mencari karyawan pengganti yang tepat.

Mulai dari membuka lowongan kerja, mengadakan interview, hingga memilih siapa kandidat terbaik yang dipilih. Tidak berhenti sampai di sini saja. Anda masih harus merencanakan training karyawan baru tsb, memaksimalkan potensinya, dan mempertahankan mereka untuk terus bekerja di perusahaan Anda.

Dalam proses rekrutmen karyawan inilah HRD seringkali kesulitan menemukan kandidat karyawan yang tepat. Entah karena minimnya jumlah pendaftar yang memenuhi kualifikasi, atau sebaliknya, terlalu banyak pendaftar hingga membuat HRD kesulitan memilih 1 kandidat yang tepat.

Untuk mengatasi hal ini, Anda perlu memanfaatkan berbagai situs marketplace lowongan kerja yang tersedia di Internet. Sehingga iklan lowongan kerja yang Anda buat bisa menjangkau lebih banyak orang tertarget. Dalam memilih kandidat yang tepat, Anda juga perlu memperhatikan banyak aspek, bahkan jika perlu melakukan beberapa tes. Mulai dari psikotes standar hingga tes kemampuan/ skill bekerja, dan menilai portofolio pelamar kerja secara teliti.

Itulah 7 Masalah HRD beserta Alternatif Solusi untuk mengatasinya. Kami rekomendasikan Anda menggunakan Software HRIS terkini yang bisa mendukung kinerja Anda sebagai HRD, utamanya di era millenial seperti sekarang.

Gunakan Software InterActive Payroll+ yang bisa memudahkan Anda dalam mengelola kehadiran, penggajian, hingga perhitungan pajak dan BPJS karyawan secara otomatis. Bahkan, karyawan Anda juga bisa mengajukan ijin dan mengakses data karyawan secara online lho! Tentu sangat memudahkan dan sudah pasti disukai karyawan millenial yang sangat technology-savvy. Cari tahu informasi Software HRIS terbaik disini.

 

Sumber: Intermezzo

Kembali Ke Daftar Blog

Blog Archive

Latest Post

  • 10 Cara Optimasi Instagram untuk Restoran (Part 2)

    19 Oktober 2019

    Sebelumnya, Intermezzo telah membahas  Cara Optimasi Instagram untuk Restoran (Part 1)  yang berisi 5 tips optimasi Inst ...

    Selengkapnya
  • 10 Cara Optimasi Instagram untuk Restoran (Part 1)

    18 Oktober 2019

    Dibandingkan bisnis lainnya, bisnis restoran berpeluang lebih besar untuk memanfaatkan Instagram sebagai media pemasaran. Biasanya ...

    Selengkapnya
  • Strategi Pemasaran 5P untuk Meningkatkan Omset UKM Anda

    10 Oktober 2019

    Saat ini, masyarakat Indonesia banyak yang meminati bisnis UKM atau Usaha Kecil Menengah. Tidak heran bila UKM merupakan kelompok ...

    Selengkapnya