10 Tanda Bisnis Anda Sehat dan Bersih

by InterActive crew ~ 27 Desember 2016

Siapa yang tidak menginginkan memiliki bisnis yang bersih dan sehat. Hal ini merupakan idaman banyak pelaku usaha. Terlebih dulu kita definisikan arti sehat dan bersih tersebut.
Bisnis sehat bisa diartikan memiliki kemampuan untuk menghidupi diri sendiri, membiayai lifestyle business owner dan pastinya biaya investasi pengembangan bisnis itu sendiri. Bersih berarti bebas dari tindakan korupsi atau melanggar hukum, penggelapan, penyalahgunaan wewenang sampai taat pajak tetapi juga bisnis tetap bertumbuh secara berkala.

Mengapa penting memiliki bisnis yang sehat?
Seperti yang kita ketahui, perkembangan teknologi, permintaan konsumen, biaya yang membengkak, kompetisi bisnis yang ketat dan juga perubahan gaya hidup karyawan sendiri mempengaruhi kondisi bisnis. Bisnis yang terus menerus disuntik modal, menandakan bahwa bisnis tersebut mengalami kebocoran yang serius.

Berikut ini beberapa alasan mengapa bisnis mengalami kebocoran:

  1. Kualitas yang buruk.
  2. Kontrol yang tidak konsisten.
  3. Piutang tidak terkendali.
  4. Sales banyak menjual tapi tidak suka menagih.
  5. Kurang perencanaan yang matang.
  6. Tingginya angka reject.
  7. Pemenuhan kebutuhan konsumen tidak konsisten.

Setelah Anda paham mengapa suatu bisnis mengalami kebocoran, selanjutnya mari kita simak, 10 tanda bahwa bisnis Anda sehat dan bersih.

1. Berjalan dengan Sistem yang Terkendali
Bisnis yang berjalan dengan sistem akan memungkinkan kita mengendalikan proses dengan baik. Sistem yang dimaksud bukan hanya software atau teknologi canggih, tetapi proses yang dikendalikan dengan cara yang baik. Sistem juga akan membantu kita mengurangi ketergantungan akan “super manager” atau orang yang “tak tergantikan”.

2. Memiliki Pertumbuhan Profit yang Sehat Minimal 10-15% Pertahun
Mengapak hanya 10%? Realitanya, 80% bisnis tidak bertahan lebih lama lagi karena gagal mencetak profit akibat mis-management. Pertumbuhan berkala akan jauh lebih baik daripada pertumbuhan dadakan yang berarti juga bisnis bisa mengalami jatuh dadakan.

3. Memiliki Karyawan yang Produktifitasnya Terukur
Produktif atau tidaknya seorang karyawan bisa diukur secara cepat dari apa yang mereka hasilkan. Sayangnya masih banyak pelaku usaha yang malas mengukur hasil kerja karyawan karena terlalu fokus menyelesaikan masalah, bukan fokus pada pengendalian.  Karyawan yang produktif akan menambah keuntungan, membawa nama baik perusahaan, membuat pelanggan merasa penting dan membuat karyawan lain merasa nyaman. Jika tidak segera diperhatikan, berarti Anda memiliki potensi masalah jika dibiarkan.

4. Bisa Berjalan Tanpa Intervensi Pemilik Secara Operasional
Sebagai pelaku usaha, Anda masih mengurus kegiatan operasional dan hal-hal sepele? Coba bayangkan, apakah waktu Anda lebih berharga mengurus hal-hal kecil atau menciptakan stAndar kerja dan struktur organisasi yang bisa membantu Anda mengatur kerja tim lebih baik lagi?  Kontrasnya, pelaku usaha yang gagal melepaskan urusan operasional akan menghambat kreatifitas tim dalam memajukan perusahaan.

5. Tidak Suntik Modal Secara Terus Menerus
Nah ini, salah satu musuh besar bagi bisnis yang sehat. Suntik modal adalah tAnda adanya kebocoran serius. Baik kebocoran yang disengaja atau tidak, pasti akan mempengaruhi kesehatan keuangan bisnis Anda.

6. Mampu Membayar Utang
Efek samping dari bisnis yang gagal dalam pengelolaan cashflow adalah akan sulit membayar hutang tepat waktu. Ingin profit margin bisnis Anda tinggi? Anda bisa bayar lebih cepat ke supplier produk yang akan Anda jual dan meminta potongan harga dari mereka. Kegagalan Anda mengelola cashflow akan menyebabkan supplier menaikkan harga karena cost of fund yang harus mereka tanggung cukup besar.

7. Memiliki Perputaran Stok yang Tinggi
Apa hubungan antara perputaran stok dengan cashflow? Sangat besar. Stok yang Anda beli tidak akan serta merta langsung terjual kan? Untuk itu kemampuan tim dalam menjual produk Anda, akan memberi Anda kesempatan untuk mengisi ulang stok dengan lebih cepat. Maka Anda harus rajin-rajin memberikan pelatihan kepada tim Anda, agar mereka mampu menjual dengan lebih semangat dan lebih baik lagi.

8. Punya Budget Besar untuk Pelatihan Karyawan
Jika Anda perhatikan, masalah cashflow akan berdampak pada banyak hal. Budget pelatihan yang besar merupakan salah satu ciri dari bisnis yang sehat. Pelatihan tidak hanya akan menambah wawasan karyawan tetapi juga mengasah moral sehingga mereka akan berpikir dua kali jika ada kesempatan berbuat curang. Namun tidak sedikit pelaku usaha yang merasa pelatihan tidak akan memberi dampak, bahkan khawatir jika sudah diberi pelatihan, karyawan akan resign.

9. Karyawan Loyal Lebih Banyak dari yang Keluar Masuk
Mencari karyawan baru biayanya lebih mahal daripada menjaga karyawan loyal. Waktu untuk melatih, membina, mengijinkan mereka berbuat kesalahan, sangat mahal harganya. Sehingga berikanlah pemahaman terbaik untuk membuat karyawan merasa diperhatikan.

10. Punya Dana Promosi yang Besar
Marketing adalah alat yang bisa Anda gunakan untuk membangun brand, loyalitas pelanggan, loyalitas tim, dan menambah pelanggan baru. Banyak bisnis yang tidak punya dana promosi akhirnya harus terus menerus bergerilya dan bergantung pada pelanggan lama. Ketika customer lama pindah ke lain hati, penjualan langsung turun drastis. Untuk itu pastikan dana promosi bisnis Anda mencukupi sesuai kebutuhan Anda.

Semoga 10 tanda bisnis yang sehat dan bersih diatas menginspirasi bisnis Anda untuk terus menerus mengupayakan bisnis yang sehat, bersih, bertumbuh dan bermanfaat bagi banyak orang. Lalu tunggu apalagi, segera praktikan dan semoga suksses.

 

JANGAN LUPA UNTUK SHARE KE REKAN-REKAN ANDA.....


Sumber: topcoachindonesia.com

Kembali Ke Daftar Blog

Blog Archive

Latest Post

  • Strategi Promosi Online Gratis yang Terbukti Meningkatkan Penjualan Bisnis UKM

    12 Juli 2019

    Survei dari firma bisnis  Deloitte  terhadap 437 UKM menunjukkan UKM yang memanfaatkan promosi  online  mengha ...

    Selengkapnya
  • Inilah 7 Mindset Pebisnis Sukses Dunia

    08 Juli 2019

    Pada tahun 2010,  Forbes  mencatat setidaknya ada 937 orang miliarder yang ada di dunia. Namun hingga tahun 2017, Forbes ...

    Selengkapnya
  • Psikologi Harga dalam Membuat Program Diskon yang Terlihat Menggiurkan

    28 Juni 2019

    Apa itu  psikologi harga ? Memangnya, apa hubungannya ilmu psikologi dengan penentuan harga? Ternyata ada hubungannya lho! Ba ...

    Selengkapnya