Gopay, OVO, LinkAja, atau Dana? Inilah E-Wallet Favorit Orang Indonesia

by InterActive crew ~ 27 Februari 2020

Apa ewallet favorit orang Indonesia? Apakah Gopay, OVO, LinkAja, Dana, atau ada yang lainnya? Simak pembahasannya di artikel berikut.

Saat ini penggunaan layanan mobile payment semakin populer, terutama pembayaran melalui dompet digital (e-wallet). Di tahun 2016 saja, Bank Indonesia (BI) mencatat ada Rp 7,06 triliun transaksi elektronik dari e-wallet. Jumlah transaksi tersebut semakin meningkat di tahun 2018, dimana transaksi menggunakan e-wallet mencapai Rp 21,57 triliun.

Wow, banyak sekali bukan? Bahkan, angka ini diprediksi terus meningkat dari tahun ke tahun. Sekarang saja Indonesia memiliki 38 aplikasi e-wallet yang telah mendapat lisensi resmi. Masing-masing e-wallet tersebut berlomba-lomba menawarkan produk dan layanan menarik untuk memikat pelanggan sebanyak-banyaknya.

Baca Juga: Cashless Society Membawa Untung atau Rugi?

Sebagai pengguna, kita sering dilema saat dihadapkan untuk memilih dan menggunakan produk e-wallet yang mana. Masing-masing e-wallet punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tapi, bagaimana jika sebagai pengusaha kita ingin mendaftar sebagai merchant berbagai e-wallet tersebut? Merk e-wallet manakah yang perlu kita prioritaskan?

Setidaknya terdapat 3 faktor yang bisa Anda pertimbangkan sebelum mendaftar salah satu merchant e-wallet.

 

1. Pilih E-Wallet Favorit yang Paling Banyak Digunakan

Faktor pertama yang perlu Anda pertimbangkan sebelum mendaftar merchant e-wallet adalah jumlah pengguna. Pastikan Anda mendaftar merchant e-wallet yang memang banyak digunakan oleh pelanggan Anda. Hal ini penting, daripada Anda mendaftar banyak merchant tapi tidak ada satu  pelanggan pun yang bertransaksi dengan e-wallet tersebut. Tentu sia-sia, apalagi jika Anda harus melakukan serangkaian pendaftaran merchant yang cukup menguras waktu dan tenaga.

Untuk mengetahui apakah merk e-wallet favorit yang paling banyak digunakan pelanggan, satu-satunya cara yang bisa Anda lakukan yaitu bertanya satu per satu. Tanyakan kepada pelanggan setia toko Anda, biasanya mereka lebih tertarik bertransaksi secara cashless menggunakan merk e-wallet yang mana. Setelah itu, rekap data tersebut dan analisislah merk e-wallet mana yang sebaiknya Anda prioritaskan untuk Anda daftar sebagai merchant.

Selain bertanya secara langsung kepada pelanggan, Anda bisa mengetahui e-wallet favorit orang Indonesia dari berbagai survei yang ada. Dalam hal ini, Anda perlu update dalam mencari informasinya, karena dari waktu ke waktu data tersebut mengalami perubahan.

Data terbaru tentang e-wallet favorit orang Indonesia dikeluarkan oleh hasil riset DailySocial yang bertajuk Fintech Report tahun 2019. Hasil riset tersebut menemukan, brand e-wallet favorit yang paling banyak digunakan orang Indonesia, yaitu: Gopay, OVO, Dana, dan LinkAja.

Dari 4 e-wallet tersebut, ternyata Gopay menjadi pilihan pertama orang Indoneia. Dari toral 651 responden yang disurvei, 83,3% diantaranya menggunakan e-wallet milik Gojek tersebut. Selanjutnya, OVO menduduki peringkat kedua dengan presentase 81, 4%. Dana berada di posisi ketiga dengan presentase 68,2% dan LinkAja dengan presentase 53%.

Ternyata, Gopay masih menjadi primadona e-wallet favorit yang paling banyak digunakan orang Indonesia. Dari sini, Anda bisa mengambil keputusan, jika Anda ingin mendaftar merchant e-wallet, maka Gopay adalah salah satu e-wallet yang perlu Anda prioritaskan.

Namun, kami tetap merekomendasikan untuk mendaftar keempat e-wallet favorit tersebut. Karena masing-masing pelanggan tentu memiliki pilihan e-wallet favorit yang berbeda-beda. Bahkan, satu orang bisa menggunakan e-wallet yang berbeda-beda dalam setiap transaksi (karena ingin mendapat promo yang sedang ditawarkan). Sehingga pilihan paling bijak bagi Anda adalah: Daftarkan toko Anda sebagai merchant berbagai e-wallet yang ada.

Untuk saat ini, prioritaskan 4 e-wallet favorit tersebut. Agar Anda tidak mengecewakan pelanggan yang ingin bertransaksi menggunakan e-wallet favoritnya. Bagaimana pun, Anda beresiko kehilangan pelanggan hanya karena tidak menyediakan opsi pembayaran yang mereka inginkan. Jadi, jangan sampai Anda mengalami hal ini.

Baca Juga:  10 Cara PDKT Ampuh dengan Pelanggan Secara Online

 

2. Kerjasama Merchant yang Menguntungkan

Faktor kedua yang perlu Anda pertimbangkan dalam mendaftar merchant ke salah satu merk e-wallet yaitu pertimbangkan bentuk-bentuk kerjasama yang ditawarkan. Mulai dari syarat pendaftaran, mekanisme kerjasama, hingga sistem reward dan berbagai promo yang ditawarkan. Untuk mengetahui hal ini, Anda bisa mempelajarinya ke masing-masing website e-wallet bersangkutan dan mencari tahu bagaimana pengalaman merchant yang sudah bekerjasama.

Sebagai bagian dari poin kedua ini, pertimbangkan juga biaya admin/ MDR yang dibebankan e-wallet bersangkutan jika Anda ingin mendaftarkan toko Anda sebagai merchant. Hal ini sangat penting untuk Anda ketahui di awal, mengingat potongan-potongan yang ditetapkan masing-masing e-wallet berbeda-beda. Jangan sampai Anda tidak tahu menahu mengenai hal ini, sampai akhirnya Anda terlanjur kecewa lantaran biaya MDR yang ditetapkan terlalu besar bagi Anda.

Sampai di sini, kita bisa memahami bahwa memilih e-wallet favorit saja tidak cukup. Sebagai calon merchant, Anda juga harus mempertimbangkan bentuk-bentuk kerjasama yang dibebankan kepada Anda dan bagaimana track record e-wallet tersebut dalam memperlakukan mitranya.

 

3. Proses Pendaftaran yang Cepat dan Mudah

Faktor ketiga yang perlu Anda pertimbangkan berikutnya adalah fleksibilitas sistem pendaftaran yang ditawarkan. Pastikan Anda memilih e-wallet yang menawarkan cara pendaftaran secara cepat dan mudah. Sehingga tidak terlalu menyita waktu dan tenaga Anda. Sebaiknya, pertimbangkan e-wallet yang menawarkan sistem pendaftaran online, sehingga Anda cukup mendaftar melalui smartphone Anda.

Jika Anda memutuskan untuk mendaftar ke beberapa merk e-wallet, Anda harus siap untuk kehilangan banyak waktu. Karena masing-masing e-wallet menerapkan waktu moderasi yang berbeda-beda. Belum lagi jika berkas-berkas yang Anda unggah ditolak, sehingga Anda perlu melakukannya beberapa kali sampai berhasil.

Baca Juga: 5 Keuntungan Mendaftar Merchant E-Wallet

 

Solusinya, Saatnya Beralih ke QRIS

QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) adalah standarisasi pembayaran digital menggunakan metode QR Code yang diluncurkan oleh BI di awal tahun 2020. Sistem ini dijadikan standar pembayaran digital nasional yang direkomendasikan untuk seluruh pemilik usaha/ merchant yang melayani pembayaran digital.

Dengan menggunakan QRIS, Anda cukup mendaftar 1x untuk menjadi merchant berbagai brand e-wallet. Bahkan, Anda hanya perlu menyediakan 1 QR Code yang bisa menerima pembayaran dari berbagai jenis aplikasi pembayaran. Sehingga, Anda tidak perlu pajang banyak QR Code di toko Anda, karena hanya dengan 1 QRIS Anda bisa menerima pembayaran digital dari berbagai e-wallet.

Tertarik mendaftar QRIS? Daftar InterActive QRIS saja. Anda cukup mendaftar 1x dan bisa langsung menerima pembayaran dari berbagai e-wallet, seperti OVO, Gopay, Dana, LinkAja, hingga ShopeePay. Bahkan, Anda cukup menyediakan 1 QR Code untuk menerima berbagai aplikasi pembayaran tersebut. Lebih praktis kan? Makanya, langsung daftar InterActive QRIS di sini.

 

Sumber: Intermezzo

Kembali Ke Daftar Blog

Blog Archive

Latest Post

  • Cara Daftar QRIS Online Secara Gratis Bersama InterActive

    12 Maret 2020

    Mulai 1 Januari 2020,  Bank Indonesia  mewajibkan seluruh penyedia layanan pembayaran nontunai menggunakan sistem QRIS ( ...

    Selengkapnya
  • Apa Itu QRIS dan Manfaatnya Bagi Pebisnis

    11 Maret 2020

    Apa itu QRIS? QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) adalah  standar kode QR  nasional untuk memfasilitasi ...

    Selengkapnya
  • 7 Alasan Mengapa Bisnis Anda Wajib Pakai QRIS Sekarang Juga

    11 Maret 2020

    Mengapa bisnis Anda wajib pakai  QRIS  sekarang juga? Tentu saja karena banyak manfaat yang bisa Anda dapatkan. Den ...

    Selengkapnya