Psikologi Harga dalam Membuat Program Diskon yang Terlihat Menggiurkan

by InterActive crew ~ 28 Juni 2019

Apa itu psikologi harga? Memangnya, apa hubungannya ilmu psikologi dengan penentuan harga? Ternyata ada hubungannya lho! Bahkan, kita sering menjumpainya di berbagai promo diskon yang diadakan oleh vendor-vendor ternama. Tapi, mungkin kita tidak menyadari kalau ternyata ada peran ilmu psikologi yang bermain dalam menentukan harga-harga diskon tsb.

Contohnya, kita pasti sering melihat berbagai promo diskon yang menampilkan harga-harga seperti 49.999, 99.999, dst. Alih-alih berpikir bahwa harga-harga tsb lebih murah, ternyata selisihnya hanya 1 rupiah saja dari harga normal.

Seperti yang harga normalnya Rp. 100.000 dijual menjadi Rp. 99.999. Tentu kita lebih tertarik untuk membeli yang harganya Rp. 99.999. Padahal, selisihnya hanya 1 rupiah saja.

Di situlah permainan psikologi harga bekerja. Para penjual menentukan harga sedemikian rupa, sehingga kita lebih tertarik untuk membeli produk tsb secepatnya. Bagi konsumen, fakta ini mungkin terdengar cukup menyebalkan. Karena kita baru menyadari kalau ternyata selama ini kita sering dikelabuhi harga.

Sebaliknya, psikologi harga menjadi pembahasan penting yang perlu dikuasai para pengusaha, agar bisa meningkatkan penjualannya secara signifikan.

Baca Juga: 10 Ide Promo Diskon untuk Meningkatkan Penjualan

Karena itulah, Intermezzo akan mengulas 8 trik psikologi harga paling populer yang bisa Anda aplikasikan dalam membuat promo diskon. Berikut pembahasan selengkapnya.

 

1. Gunakan Teknik Harga Coret

psikologi harga

Trik psikologi harga yang paling sering digunakan dalam menampilkan harga diskon adalah teknik coret. Anda cukup menampilkan 2 harga di label, yaitu harga yang didiskon dengan harga normal yang dicoret. Anda pasti sering menemuinya di berbagai mini marketsuper market kan? Nah, inilah waktu yang tepat untuk meniru taktik tsb.

Dengan menampilkan dua harga seperti ini, konsumen akan merasa lebih diuntungkan, karena mereka bisa lebih berhemat jika membeli produk yang didiskon. Sehingga, mereka akan melakukan pembelian secepatnya.

 

2. Kurangi 1 Digit dari Harga Normal

Trik psikologi harga yang kedua adalah dengan mengurangi 1 digit dari harga normal. Ini juga termasuk terknik yang paling sering digunakan. Yakni, dengan mengurangi 1 digit/ 1 rupiah dari harga normal.

Contohnya, seperti yang telah dibahas di atas. Dari harga normal Rp. 50.000, ditulis menjadi harga Rp. 49.999, atau dari harga normal Rp. 100.000 menjadi harga Rp. 99.999.

Pengurangan 1 digit ini ternyata bisa memainkan kondisi psikologis konsumen lho! Meskipun hanya selisih 1 rupiah saja, mereka berpikir harga yang telah dikurangi 1 digit tsb terkesan lebih murah, karena mengira Rp. 99.999 hanya 90 ribuan saja (tidak sampai 100 ribu).

 

3. Gunakan Taktik Simpan Kata

Teknik psikologi harga selanjutnya adalah taktik simpan kata. Dalam teknik ini, penjual menyimpan/ menyembunyikan beberapa keterangan syarat diskon yang berlaku dari harga yang ditampilkan, agar konsumen lebih fokus pada harga.

Namun, Anda tidak harus menyembunyikan keterangan tsb sepenuhnya. Anda bisa menampilkan syarat dan ketentuan yang berlaku dalam ukuran lebih kecil dan dilengkapi dengan tanda petik berupa bintang kecil (*).

Secara psikologis, konsumen yang melihat tampilan harga di atas akan langsung berpikir, “murah sekali harganya”. Padahal, di balik promo tsb ada beberapa syarat yang harus dipenuhi (ditulis dalam ukuran font yang lebih kecil dan terlihat tidak menonjol).

 

4. Tampilkan Harga Referensi  yang Tepat

Teknik psikologi harga yang bisa kita terapkan selanjutnya adalah dengan menampilkan beberapa referensi harga. Artinya, kita menjual produk yang sama dengan beberapa pilihan harga. Namun, buatlah 1 harga paling mahal, namun terlihat paling menguntungkan.

Contohnya begini, ada 2 varian harga thai tea, yaitu medium dan large.

  • Ukuran medium : 8000/ gelas
  • Ukuran large : 15.000/ gelas

Dari varian harga tsb, kebanyakan orang akan lebih memilih ukuran thai tea ukuranmedium. Karena ukuran large dirasa terlalu banyak dan harganya terlalu mahal. Tapi, bedakan jika Anda membuat beberapa referensi harga sebagai berikut:

  • Ukuran medium : 13.000/ gelas
  • Ukuran large : 15.000/ gelas

Nah, dari varian harga yang kedua, orang pasti akan lebih tertarik membeli thai tea ukuran large. Karena harga yang medium tidak berbeda jauh dengan yang berukuran large. Konsumen pun akan mengira ukuran large lebih menguntungkan, karena isinya lebih banyak dan harganya pun tidak terlalu mahal dari ukuran medium.

Baca Juga: Strategi Membuat Program Diskon untuk Meningkatkan Penjualan

 

5. Gunakan Ekuivalen Harian

psikologi harga

Jika Anda menjual produk berlangganan, ada salah satu teknik psikologi harga paling jitu yang bisa Anda terapkan. Yaitu, tampilkan harga berlangganan dalam ekuivalen harian daripada bulanan/ tahunan.

Contohnya, jika harga berlangganan per bulan seharga Rp. 300.000, Anda bisa mengubahnya dengan menampilkan harga berlangganan per hari. Jadi, jangan tampilkan 300.000/ bulan, tapi cukup berlangganan 10.000/ hari. Atau Anda juga bisa mengombinasikan teknik pengurangan 1 digit menjadi 9.999/ hari.

Nah, dengan begitu konsumen akan berpikir bahwa harga berlangganan yang Anda tawarkan terdengar lebih murah. Karena per harinya cukup membayar 9.999 saja.

Jika Anda menerapkan minimum waktu berlangganan, misalnya harus berlangganan minimum dalam 3 bulan, maka Anda bisa mencantumkan syarat tsb dalam ukuran yang lebih kecil (mengacu pada teknik simpan kata yang sudah dibahas sebelumnya).

 

6. Tampilkan Harga dengan Warna Mencolok/ Kontras

Supaya harga diskon terlihat lebih menonjol dan langsung menarik perhatian konsumen, maka Anda perlu mendesain label harga menggunakan warna yang mencolok. Anda bisa menggunakan warna merah, atau menggunakan warna kertas label yang berbeda dari label produk lainnya yang tidak didiskon. Hal ini secara psikologis akan membuat konsumen lebih tergiur untuk segera membeli produk yang didiskon tsb.

 

7. Bundling Beberapa Barang

psikologi harga

Daripada menjual satu produk yang didiskon, akan lebih menarik lagi jika Anda menerapkan sistem bundling (menjual beberapa barang jadi satu). Anda bisa menuliskan promo beli produk A gratis produk B, atau beli 2 gratis 1, dst. Dengan cara ini, konsumen akan merasa lebih diuntungkan, sehingga ia pun segera membeli promo bundling tsb.

 

8. Perkuat Nilai dan Keunggulan Produk/ Jasa Anda

Teknik psikologi yang tidak kalah penting lainnya adalah memperkuat nilai/ keunggulan produk  yang Anda tawarkan. Sebab, konsumen tentu lebih rela jika membeli produk berkualitas dengan harga mahal, daripada membeli produk murah tapi kualitasnya buruk.

Teknik ini bisa Anda aplikasikan dengan mencantumkan beberapa kelebihan produk Anda daripada kompetitor. Cantumkan juga apa saja keuntungan yang bisa konsumen dapatkan jika membeli produk tsb.

Misalnya, Anda menawarkan sebuah botol minum seharga 100.000. Tentu bagi Anda itu adalah harga yang cukup mahal. Tapi, jika Anda menyebut botol tsb memiliki banyak manfaat yang tidak dimiliki botol minum pada umumnya, harga tsb akan terdengar lebih masuk akal.

Misalnya, Anda menyebut bahwa botol yang Anda tawarkan terbuat dari material yang ramah lingkungan (BPA free), tahan suhu dingin hingga panas, desainnya minimalis dan terlihat kekinian, serta bisa digunakan untuk infuse water dan mendukung gaya hidup sehat yang Anda jalankan.

Tentu dengan berbagai kelebihan tsb, harga 100.000 tidak lagi terkesan mahal. Apalagi, jika Anda menawarkan bahwa botol tsb bisa di-custom sesuai keinginan konsumen, seperti menambahkan tulisan/ gambar yang mereka inginkan, tentu harganya pun bisa Anda naikkan lebih mahal lagi. Karena konsumen bisa mendapatkan botol custom yang limited edition sesuai keinginannya.

Baca Juga: 5 Penyebab UKM Sulit Berkembang

 

Nah, bagaimana? Tertarik mencoba 8 trik psikologi harga di atas? Ingat ya, penjual yang baik adalah penjual yang jujur. Jika Anda bermaksud mengaplikasikan 8 trik di atas, pastikan tidak ada kebohongan yang sengaja Anda lakukan untuk menipu konsumen.

psikologi harga

Oh ya, untuk mendukung program diskon di toko Anda, kini aplikasi kasir InterActive MyProfit telah dilengkapi fitur “Diskon Manual”. Sehingga, Anda tidak perlu repot menghitung berapa total yang harus dibayar pelanggan setelah dikurangi diskon. Semua itu bisa Anda lakukan secara otomatis melalui fitur “Diskon Manual” di InterActive MyProfit versi terbaru. Download/ Update aplikasi InterActive MyProfit di Google Play Store dan dapatkan BANYAK kemudahan mengelola penjualan. Coba sekarang juga!

 

Sumber: Intermezzo

Kembali Ke Daftar Blog

Blog Archive

Latest Post

  • Rekomendasi Self Order Terbaik untuk Restoran Anda

    29 Nopember 2019

    Sebelumnya Intermezzo telah membahas apa itu teknologi  self order   dan  manfaatnya untuk bisnis restoran Anda. & ...

    Selengkapnya
  • Keuntungan Menggunakan Teknologi Self Order untuk Restoran Anda

    28 Nopember 2019

    Apakah Anda sudah pernah menggunakan sistem  self order  di sebuah restoran? Bagaimanakah kesan pertama Anda setelah men ...

    Selengkapnya
  • Mengenal Teknologi Self Order dan Manfaatnya untuk Bisnis Restoran Anda

    27 Nopember 2019

    Sebelumnya, Intermezzo telah membahas “ 7 Teknologi Restoran Terbaru ”, dimana salah satunya menjelaskan tentang tekno ...

    Selengkapnya